Selasa, 22 Juni 2010

AKHLAK 2

Jiwa Pribadi Orang Beriman


 

Nafs muth mainnah (Jiwa yang tentram ridho dan konsisten terhadap kebenaran )

Nafs lawwamah (jiwa yang labil terhadap kebenaran)

(Q.S. Al-fajr 27-28)

Artinya : Wahai jiwa yang tentram kembalilah kepada tuhan mu dengan ridho dan di ridhoi.

(Q.S. ali-imran 117)

Artinya : Tiadalah allah menzalimi mereka akan tetapi mereka sendirilah yang berbuat zalim.


 

Akhlak orang-orang muttaqin

(Q.S Al-Imran 17-18)

Artinya : (yaitu) irang-orang yang sabar, taat, suka mengingatkan hartanya dijalan allah senantiasa memohon ampun atas dosa-dosanya, allah menyatakan bahwasannya tiada tuhan selain dia, yang menyatakan keadilan, para malaikat dan orang-orang yang berilmu (menyatakan yang demikian juga) tak ada tuhan yang layak disembah kecuali dia, yang maha perkasa lagi maha bijaksana.


 

Kesimpulan ciri-ciri orang muttaqin :

  1.             = Sabar


     

  2.             = Benar/Jujur


     

  3.             = taat


     

  4.             = taat


     

  5.             = memohon ampun


     

  6.             = berilmu pengetahuan


 

Godaan (perhiasan) dunia badi menusia

(Q.S Ali-Imran 14)

Artinya : Dijadikan indah dalam pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta, benda, emas permata, perak, kuda tunggangan, binatng ternak dan sawah, ladang-ladangitulah kesenangan hidup duniawi.

Kesimpulan :

Perhiasan dunia adalah :

  1.             = kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan.


     

  2.             = wanita-wanita.


     

  3.             = anak-anak .


     

  4.             = harta benda.


     

  5.             = emas .


     

  6.             = perak .


     

  7.             = kuda pilihan .


     

  8.             = binatang ternak dan sawah ladang.


     

Tahapan pembinaan jiwa

  1. Menaklukan nafs lawwamah , yaitu jiwa yang lremang remang terhadap kebenaran.
  2. Membina nafs sawwiyah , yaitu jiwa yang memiliki keserasian dengan kebenaran.
  3. Membangun nafs salbiyyah , jiwa yang memiliki kemampuan mewujudukan ucapan tindakan dan itikad sesuai dengan hakekat dan syariah.
  4. Memanfaatkan nafs muthmainah , yaitu jiwa yang tenang dan komitmen terhadap kebenaran.
  5. Mengukuhkan nafs tawajjuh , yaitu jiwa (hati) yang secara sempurna tertuju kepada keridlaan allah ta'ala tidak tergoda oleh perhiasan dunia.
  6. Menanamkan nafs mujjarad yakni jiwa yang tercerahkan oleh chaya kebenaran dan telah memperoleh kemurnian akhlak yang mulia.
  7. Merealisi nafs rabbani yakni jiwa yang telah mengidentifikasi diri dengan sifat-sifat allah.

Tanda tanda kemunafikan ada tiga apabila berkata dusta, apabila berjanji bohong, dan apabila diamanati berkhianat.

MEMBINA PERSAUDARAAN.


 

    Menumbuhkan kesadaran untuk memelihara persaudaraan serta menjauhkan diri dari perpecahan, merupakan realisasi pengakuan bahwa pada hakikatnya kedudukan manusia dihadapan allah adalah sam. Semua kedudukannya sebagai hamba dan khalifah allah. Sama-sama mengmban amanat allah sesuai dengan bidang tugas dan kerjaan masing-masing.


 

Allah mengembalikan ke dasar keturunan manusia kepada dua orang nenek moyang, yaitu adam dan hawa, karena allah hendak menjadikan tempat bertemu yang kokoh dari keakraban hubungan ukhuwah atau persaudaraan seluruh anak manusia. Tidak ada pembeda diantara hamba allah, tiadalah seseorang lebih mulia dari yang lain, kecuali ketaqwaan mereka kepada allah.


 

Firman allah dalam Al-Qur'an :

(Q.S. Al-hujurat, ayat .13)

Artinya : "Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seseorang lelaki seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya allah maha mengetahui lagi maha mengenal.


 

    Pengertian yang kita peroleh dari ayat diatas, ialahbahwa segala bangsa yang tersebar diseluruh dunia adalah keturunan yang sama, yakni adam dan hawa. Perbedaan warna kulit, bahasa dan tempat berpijak bukanlah halangan untuk saling kenal mengenal menuju persaudaraan.


 

Ukhuwwah islamiyah


 

    Di antara tanda-tanda terjalinnya hubungan ukhuwwah islamiyah, adalah perasaan senang memberikan manfaat kepada saudara-saudara kita, juga adanya perasaan senang dan gembira melihat merekamendapat nikmat dan kebahagiaan, bagaikan kita sendiri yang memperoleh nikmatnya.


 

Sebagai mu'min yang sejati , hendaknya merasa bahwa dirinya itu tidak dapat hidup berdiri sendiri dan hendaknya dirinya tidak sendirian, karena teman-teman sesame muslim membantu dan mendukungnya, baik dalam keadaan senang maupun susah, sebagai mana rosul bersabda :

Artinya : "orang mu;min terhadap orang mu'min lainnya, tak ubahnya bagaikan sesuatu bangunan yang bagian-bagiannya ( satu sama lain ) kuat menguatkan .


 

Tolong Menolong

Tolong menolong itu dibagi menjadi dua macam;

  • Tolong menolong yang merupakan uluran tangan dalam bentuk kebendaan ( material ),
  • Dan uluran tangan dalam bentuk spiritual, yakni tolong menolong untuk berbuat baik dan taqwa.


 

Tolong menolong untuk berbuat baik dan taqwa, ialah membimbing dan member petunjuk kepada masyarakat untuk melakukan kebaikan, dan menolak kejahatan. Apabila kehidupan kita ini telah diliputi suasana tolong menolong, maka masyarakat akan merasakan tanggung jawab tanggung jawab bersama dan akan terdorong untuk mencapai kemajuan, dan mengatasi kesukaran-kesukaran dan sebagainya.


 

Jelaslah bahwa islam adalah agama perdamaian; islam tidak menghendaki kehancuran yang diakibaatkan karena pertikaian dan pertentangan serta peperangan.


 

    Karena itulah menjadi kewajiban kita bersama sebagai umat islam untuk senantiasa memelihara perdamaian, membina persatuan dan kesatuan ummat. Insya allah apabila setiap muslim sudah melaksanakan ajaran islam dengan baik dan benar, maka perdamaian dan kedamaian sebagaimana yang ditekankan oleh rosululloh saw segera terwujud, bahkan kehidupan yang berbahagia dunia akhirat insya allah dapat kita capai. Karena itu jadikanlah iman dan taqwa sebagai sumber kekuatan bagi setiap muslim.


 

    Demikianlah, persaudaraan salami slam, hendaknya sungguh-sungguh berjalan diatas landasan keikhlasan; berjalan bedasarkan hukum-hukum syara' dan hukum akhlak, yang kiprahnya di masyarakat dijiwai oleh semangat ukhuwwah islamiyahdan memrlukan pengorbanan yang pada suatu ketika kepentingan pribadi dikalahkan oleh kepentingan umum.


 

Persatuan


 

Manusia hidup didunia ini tidak dapat berdiri sendiri , melainkan memerlukan satu sama lain. Tegasnya bahwa diri pribadi manusia itu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakay dan sebagai anggota yang tidak terpisahkan dari bangsa itu sendiri. Ia sibagai komponen mau tidak mau harus mengambil bagiannya dari makanan, pertumbuhan dan perasaan yang dibagikan ke seluruh anggota tubuh masyarakat itu sendiri.

    
 

Syari'at dan akhlak islam ditegakkan untuk seluruh masyarakat manusia, sebagai pelajaran dan petunjuk. Kemudian pelajaran dan petunjuk ini disampaikan kepada seluruh manusia. Dengan demikian tiap-tiap diri pribadi memperhatikan peraturan ini dan mengambil pelajaran serta petunjuk yang berlaku itu.


 

Firman Allah swt dalam Al-qur'an :

(Q.S. Al-Haj, ayat 77 )

Artinya : "wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah kamu, sujudlah dan sembahlah Allah tuhan kamu, serta kerjakanlah kebajikan supaya kamu mendapatkan kemenangan / kebahagiaan. Dan berjuanglah kamu pada jalan Allah dalam arti perjuangan yang sebenarnya.

Di dalam islam, setiap muslim apabila berdiri dihadapan Allah untuk beribadah dan memohon kepadanya, ibadah itu tidak untuk pribadinya sendiri, melainkan sekaligus memohon untuk saudara-saudaranya, muslimin dan muslimat, mi'minin dan mu'minat. Mari kita perhatikan, apabila ia mengucap :

(Al-Fatihah Ayat 5)


 

Artinya : "kepadamulah kami mengabdi, dan kepadamulah kami memohon pertolongan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar